Tuesday, December 7, 2010

LOMPAT SI BELALANG LOMPAT

 Disebuah hutan, hidup seekor belalang cerdik yang lompatannya paling tinggi diantara belalang lainnya.
Belalang ini sangat bangga dengan kemampuannya itu. Ia asyik melompat dari atas tanah ke dahan- dahan pohon yang tinggi. Dari atas pohon tersebut, belalang dapat melihat sebuah desa yang indah. Suatu hari, burung merpati mengajaknya terbang ke desa tersebut.


  Setelah mendarat, mereka mulai berjalan- jalan melihat keindahan desa sehinggalah sampai di taman berpagar tinggi yang dijaga oleh anjing besar. Belalang bertanya, " Siapakah kamu, dan apa yang kamu lakukan disini?". "Aku anjing penjaga taman ini. aku dipilih oleh majikanku kerana aku adalah anjing terbaik di desa ini," jawab anjing dengan sombong nya. Panas sungguh hati belalang. "Hello, tidak semua binatang boleh kau kalahkan. Aku mampu mengalahkanmu. Aku mencabarmu bertanding melompat, siapakah yang paling tinggi diantara kita."

  "Baik! Di depan sana ada pagar tinggi. Mari kita bertanding , siapakah yang berupaya melompati pagar tersebut."  Giliranpertama adalah si anjing. Setelah mengambil langkah, anjing itu lalu berlari dengan kencang, melompat dan berhasil melompati pagar yang setinggi orang dewasa itu. Si belalang pula mengambil tempat . Dengan sekuat tenaga belalang tersebut melompat.

  Namun, ternyata kekuatan lompatannya hanya mencapai tiga perempat tinggi pagar tersebut dan belalang itu jatuh ke tempatnya semula. Dia cuba melompat lagi dan lagi namun ternyata gagal juga. Sambil tertawa si anjing berkata, "Nah, belalang apa lagi yang kamu mahu katakan sekarang? Kamu sudah kalah." "Belum. Cabaran pertama tadi kamu yang menentukan. Beranikah kamu sekarang jika aku yang menentukan cabaran kedua?"

 "Apa pun cabaran itu, aku bersedia," ujar si anjing. Tambah belalang, "Tentangan kedua ini sederhana saja, kita berlumba melompat di tempat. Pemenangnya akan di ukur bukan dari seberapa tinggi die melompat tapi dari lompatan yang dilakukan tersebut, berapa kali tinggi tubuhnya." Dari lompatannya, ternyata anjing berhasil melompat setinggi empat kali tubuhny. Tiba giliran si belalang. Lompatannya hanya setinggi setengah dari lompatan si anjing, namun ketinggian lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya.

 Belalang menjadi pemenang untuk lumba kedua ini. "Hebat!. Tapi pemenangnya belum ada. Kita seri dan harus mengadakan lumba ketiga," kata si anjing. "Tidak perlu", jawab si belalang.  "Kerana, pada dasarnya pemenang dari setiap perlumbaan yang diadakan adalah mereka yang menentukan standard perlumbaannya"

 "Pada lumba pertama kamu yang menentukan standard perlumbaan dan kamu yang menang. Lumba kedua saya yang menentukan, saya pula yang menang." "Maknanya , kamu dan saya mempunyai standard yang berbeza tentang kemenangan. Adalah tidak bijaksana membandingkan potensi kita dengan yang lain. Kemenangan sejati adalah dengan potensi yang kamu miliki, kamu mampu melampui standar dirimu sendiri.     Setuju"?

 Pengajarannya, betapa kita sering membanding bandingkan diri sendiri dengan orang lain- profesion, pendapatan, pakaian, kenderaan, harta benda, kejayaan kita dan seterus seterusnya. Hasilnya? Ada kala nya muncul perasaan perasaan negatif seperti iri hati atau kecewa pada diri sendiri sekali gus menyingkirkan rasa syukur atas kehidupan. Namun, kala yang lain muncul juga semacam motivasi untuk lebih maju dan berusaha lebih tekun agar boleh melampaui orang lain.
 Jesteru, cara bersaing yang lebih sesuai adalah dengan diri sendiri. Mulailah mengukur kemajuan kita tahun ini berdasarkan prestasi kita pada tahun tahun lepas.

  Berlumba untuk memecahkan rekod peribadi yang baru, melampaui rekod yang tercapai pada masa lalu, ternyata menimbulkan rasa syukur yang begitu asyik dan membahagiakan. Kemenangan sejati bukan lah kemenangan atas orang lain, melainkan kemenangan atas hawa nafsu diri sendiri. Tetapkan azammu tahun ini hanya untuk melampaui dirimu sendiri..Salam Maal Hijrah

No comments:

Post a Comment